Sabtu, 28 September 2013

Ilmu Sosial Dasar #1



Ilmu Sosial Dasar

Pertumbuhan Penduduk

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
1.       Kelahiran (Fertilitas)
Fertilitas atau kelahiran hidup adalah terlepasnya ayi dari rahim seorang perempuan dengan disertai tanda – tanda kehidupan, misalnya berteriak, bernapas, jantung berdenyut dan menangis.
a.       Pengukuran fertilitas tahunan
Pengukuran fertilitas tahunan adalah mengukur jumlah kelahiran pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada tahun tersebut. Pengukuran fertilitas tahunan meliputi tngkat fertilitas kasar (crude birth rate),Tingkat fertilitas umum (general fertility rate), Tingkat fertilitas umur (age specific fertility), dan Tingkat fertilitas menurut urutan kelahiran (birth order specific fertility rate) .
-          Tingkat Fertilitas Kasar
Tigkat Fertilitas Kasar adalah banyaknya kelahiran hidup pada suatu tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.
 CBR =  x  k     
Keterangan :      CBR        : Crude Birth Rate (Tingkat kelahiran kasar)
                                B             : Jumlah kelahiran pada tahun tertentu
                                Pm         : Penduduk Pertengahan Tahun
                                K             : Bilangan konstanta (biasanya bernilai 1000)

-          Tingkat Fertilitas Umum
Tingkat Fertilitas umum merupakan perbandingan antara jumlah kelahiran dan jumlah penduduk perempuan berumur 15 – 49 tahun.
GFR =  x K
Keterangan :      GFR        : General Fertility Rate ( Tingkat Fertilitas Umum)
                                        B             : Jumlah kelahiran pada tahun tertentu
                                        Pf(15-49): Jumlah penduduk perempuan berumur 15-49 tahun pada
pertengahan tahun
                                        K             :Bilangan konstanta yang biasanya bernilai 1000

-          Tingkat Fertilitas Menurut Umur
Tingkat Fertilitas Penduduk dapat dibedakan berdasarkan kelompok penduduk tertentu.
ASFRi =  x K
Keterangan :      ASFRi     : Tingkat Fertilitas Umur i
                                Bi            : Jumlah kelahiran bayi perempuan kelompok umur i
                                Pi            : Jumlah perempuan kelompok umur  i pada pertengahan tahun
                                K             : bilangan konstanta (1000)

-          Tingkat Fertilitas Menurut Urutan Kelahiran
Tingkat Fertilitas Menurut Urutan Kelahiran  sangat penting untuk mengetahui tinggi rendahnya fertilitas penduduk suatu Negara..
BOSFR =  x K
Keterangan :      BOSFR   : Tingkat Kelahiran Fertilitas Menurut Kelahiran
                                BDi         : Jumlah kelahiran urutan ke i
                                P(15-49) : Jumlah perempuan umur 15 – 49 pada pertengahan tahun
                                K             : Konstanta (1000)

b.      Pengukuran Fertilitas Kumulatif
Pengukuran fertilitas kumulatif dapat dihitung dengan menggunakan tingkat fertilitas total ( Total Fertility Rate) Tingkat Fertilitas total adalah jumlah kelahiran hidp laki – laki dan perempuan tiap 1000 perempuan yang hidup hingga akhir masa reproduksi. Tingkat fertilitas total dapat dihitung dengan ketentuan sebagai berikut :
-          Tidak ada seorangpun perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya
-          Tingkat fertilitas menurut umur tidak dapat berubah pada periode waktu tertentu. Tingkat fertilitas total menggambarkan riwayat fertilitas sejumlah perempuan selama masa reproduksinya.  Tingkat fertilitas total dihitung dengan menjumlahkan tingkat fertilitas perempuan menurut umur. Apabila umur berjenjang lima tahunan, dengan pengertian bahwa tingkat fertilitas menurut umur tunggal dengan rata – rata tingkat fertilitas kelompok umur selama lima tahun maka rumus tingkat fertilitas total atau TFR adalah:
TFR = 5 ASFRi                  Keterangan:       TFR         : Tingkat Fertilitas total
                                                                                             : Penjumlahan tingkat fertilitas menurut
  umur
                                                                                                                ASFRi     : Tingkat Fertilitas menurut umur ke i
  dari kelompok berjenjang 5 tahun

2.       Kemantian (Mortalitas)
Mortalitas atau kematian merupakan hilangnya semua tanda kehidupan secara permanen.
-          Tingkat Mortalitas kasar
Tingkat mortalitas kasar adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu tiap seribu penduduk pada pertengahan tahun .

CDR = x K       Keterangan:       CDR        : Tingkat kematian kasar
                                                                D             : jumlah kematian pada tahun tertentu
                                                                Pm         : jumlah penduduk pada pertengahan tahun
                                                                K             : konstanta (1000)

-          Tingkat mortalitas menurut umur
Tingkat kematian menurut umur merupakan angka yang menunjukan hasil lebih teliti atau spesifik dibandingkan dengan tingkat kematian kasar.
ASDRi =   x K   ketarangan:        ASDRi    : tingkat mortalitas menurut kelompok i
Di            : jumlah kematian penduduk pada kelompak     umur i pada pertengahan tahun.
Pi            : jumlah penduduk kelompok umur i pada pertengahan.
K             :  konstanta (1000)

-          Tingkat mortalitas bayi
Tingkat kematian bayi sering digunakan sebagai petunjuk keadaan kesehatan suatu Negara , terutama Negara-negara berkembang.
IMR =  x K      keterangan:       IMR        : tingkat mortalitas bayi
D             : jumlah bayi umur di bawah satu tahun yang    meninggal
Pm         : jumlah bayi yang lahir hidup
K             : konstanta (1000)

-          Tingkat kematian anak
Tingkat kematian anak di definisikan sebagai jumlah kematian anak umur 1-4 tahun selama satu tahun tertentu per seribu anak berumur yang sama pada pertengahan tahun.

Migrasi
                Migrasi adalah gerak penduduk dari suatu wilayah menuju wilayah lain dengan tujuan untuk menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
1.       Migrasi  internal
Migrasi  internal merupakan perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan untuk menetap, tetapi masih dalam satu kesatuan Negara. Contohnya , Arus urbanisasi dan transportasi.
-          Urbanisasi
Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.
-          Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduk ke daerah yang jarang penduduknya. Misalnya, dari pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok yang merupakan daerah yang padat penduduk ke daerah yang jarang penduduknya seperti, Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

2.       Migrasi  internasional
Migrasi internasional terjadi apabila perpindahan penduduk dilakukan melewati batas Negara. Misalnya, perpindahan penduduk Indonesia ke Arab Saudi, Malaysia, Brunei Darussalam, atau perpindahan penduduk Hongkong ke Amerika Serikat.
Migrasi internasional sangat dibatasi oleh berbagai aturan yang ketat tentang keimigrasian di Negara masing – masing. Hal ini dilakukan terutama oleh Negara – Negara maju dengan tujuan untuk menekan laju para migran atau pendatang yang dapat mengganggu stabilitas Negara tersebut.

Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan Indonesia

Bentuk-bentuk perubahan social dan kebudayaan
a.       Perubahan secara lambat ( evolusi )
Evolusi adalah perubahan secara lambat sedikit demi sedikit , dari yang sederhana menuju kesempurnaan yang memakan waktu lama .
Contohnya  : sejarah kemanusiaan , kemasyarakatan dan kebudayaan manusiapun juga telah memakan waktu yang cukup lama yaitu dari tingkat mausia purba , manusia prasejarah , manusia sejarah kuno , manusia abad pertengahan sampai dengan manusia zaman baru , dan manusia abad nuklir dewasa ini .


b.      Perubahan secara cepat (revolusi)
Revolusi adalah perubahan mendasar mengenai sendi-sendi  kehidupan masyarakat yang berlangsung secara besar-besaran dan menyeluruh dalam waktu yang relative singkat .
Contoh : revolusi indusrti I di inggris pada abad ke 18 ternyata terus berlanjut pada tahap II ( abad ke 19 ) di AS dan jerman dan tahap III ( abad ke 20 ) di AS , jepang dan rusia .
Perubahan pada dunia industri memakan waktu agak lama. Meskipun demikian tetap dianggap cepat karena mengubah sendi – sendi pokok kehidupan masyarakat, seperti system kekeluargaan, hubungan antara buruh dengan majikan, dan sebagainya.
Suatu revolusi biasanya, didahului dengan tindak – tindak kekerasan atau pemberontakan ( Revolt, rebellion) kemudian menjelma menjadi gerakan revolusi untuk mengubah sendi – sendi kehidupan masyarakat.

c.       Perubahan – perubahan yang pengaruhnya kecil dan pengaruhnya besar
Perubahan – perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan – perubahan pada unsur – unsure struktur social yang tidak membawa pengaruh langsung /berarti bagi masyarakat.
Contoh : Perubahan dalam mode pakaian. Hal ini, jelas tidak akan membawa pengaruh yang berarti bagi masyarakat dalam keseluruhannya .
1.       Proses industrialisasi pada masyarakat agraris. Hal ini jelas akan membawa pengaruh besar kepada masyarakat petani, misalnya mengenai perpindahan mata pencaharian, hubungan kerja, hubungan kekeluargaan, system pemilikan tanah, perubahan cara berpikir, dan sebagainya.
2.       Adanya perubahan jumlah dan kepadatan penduduk di Jawa, jelas membawa pengaruh besar terhadap kehidupan ekonomi dan social budaya bagi penduduk pulau Jawa, misalnya lahan pertanian semakin berkurang, urbanisasi semakin deras, harga tanah semakin tinggi, timbul pengangguran tidak kentara di pedesaan, kejahatan meningkat, dan sebagainya.

Kebudayaan Barat
                Konflik antara generasi tua dan generasi muda mengenai pandangan terhadap kebudayaan Barat. Generasi muda yang dinamis dan belum terbentuk kepribadiannya dengan baik, biasanya lebih mudah meniru unsure – unsure baru yang datang dari luar, seperti kebudayaan barat. Pada umumnya, kaum muda menganggap kebudayaan barat lebih maju dan modern. Akan tetapi, unsure – unsure baru yang dianggap baik oleh kaum muda itu tidak selamanya dapat di terima oleh generasi tua . Banyak kalangan generasi tua menilai bahwa budaya barat dapat merusak nilai – nilai moral dan budaya bangsa. Jika generasi muda tetap pada pendiriannya untuk menganut nilai – nilai budaya barat tersebut, terjadilah perubahan social budaya. Hal itu tampak dalam pola perilaku dan gaya hidup kaum muda, seperti pergaulan yang lebih bebas antara pria dan wanita, penilihan mode pakaian yang lebih bebas dan jauh dari nilai – nilai kesopanan, dan kedudukan diantara mereka menjadi sederajat tanpa memikirkan kasta maupun kelas social .

Referensi
Drs. Anwar Kurnia, Ips 3 SMP Terpadu, Yudhistira
Edi Purwito, Dinamika Sosiologi  3 SMA , Widya duta Grafika